Profile Bunda Halimah

Pengobatan Alternatif Herbal Bunda Halimah Selalu Berinovasi Dan Berkomitmen Untuk Layanan Kesehatan Terbaik.

…Berkat kepakarannya dalam pengobatan herbal, nama Bunda Halimah saat ini sangat terkenal bahkan dijuluki insane media sebagai Pakar Herbal Indonesia. Nama-nama beken artis ibu kota tercatat sebagai pasien langganannya…

Kemampuan meracik herbal yang dimiliki Bunda Halimah sejatinya diperoleh secara otodidak. Untuk lebih mempertajam bakat otodidaknya ini Jeng Ana tak sungkan terus mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan pengobatan herbal. Berbagai sertifikat/penghargaan pun telah diterimanya dari berbagai lembaga terkait.

Suatu ketika saat masih kelas 3 SD, perempuan bernama asli Nur Halimah mengidap penyakit. Kesadarannya kerap hilang bersamaan dengan suhu badannya panas tinggi. Diobati dengan berbagai cara tak kunjung sembuh. Berulang kali Halimah hilang kesadaran sampai akhirnya mengalami mati suri.

Dalam keadaan mati suri, gadis kecil bernama Nur Halimah itu merasa berada di suatu tempat yang sangat aneh. Ia merasa tengah berjalan-jalan di pinggir telaga dengan bunga-bunga indah di sepanjang tepiannya. Di tempat ini Halimah bertemu dengan seorang puteri cantik jelita, dengan mahkota permata yang bertengger di kepalanya. Halimah begitu terpesona melihatnya.

Namun, ketika ia berlari mengejar sang putri, tiba-tiba ia merasakan langkahnya sangat berat. Ia mencoba memaksa, hingga berulang kali terjatuh. Halimah kaget dan seketika terjaga. Ia merasa seperti baru bangun dari mimpi. Tampak ibu dan keluarganya yang lain tengah menangisi keadaannya. Menyaksikan Halimah yang “hidup kembali” mereka pun berucap Alhamdulillah.

Semula, Halimah kecil tak mengerti dengan apa yang telah terjadi atas dirinya. Ia hanya menangis dalam pelukan ibunya.

Peristiwa aneh itu berulang kali terjadi. Di waktu-waktu tertentu, terutama menjelang terbenam matahari, bersamaan dengan semakin meningginya suhu tubuh si kecil, maka di saat itu pula Halimah langsung jatuh tak sadarkan diri.

Di saat Halimah tak sadarkan diri inilah sukma atau rohnya justeru mengarungi sebuah kenyataan berdimensi gaib. Kalau pada awalnya Ana hanya merasa berjalan di tepi telaga dengan bunga-bunga indah dan di sana ia bertemu dengan seorang puteri yang cantik,

maka di hari-hari selanjutnya, Halimah kecil justeru mampu bercengkerama dengan sang puteri. Sang puteri gaib yang menyebut dirinya sebagai Emban Canthikawerti itu ternyata sangat menyayangi Halimah. Sungguh aneh, kepada Halimah yang masih kecil ia memberikan banyak pelajaran tentang berbagai macam resep pengobatan lewat dedaunan dan akar-akaran. Sang puteri juga memperkenalkan berbagai bentuk dan jenis dedaunan yang mengandung khasiat tertentu, termasuk pula akar-akaran dan aneka biji tanaman berkhasiat, juga bagaimana cara meramunya.

Semua pengetahuan tentang pengobatan itu seperti tertanam kuat dalam ingatan Halimah. Namun karena keluguannya, setelah sekian lama mereka bercengkrama, tiba-tiba muncul kerinduan teramat sangat dalam dada Ana ingin bertemu dengan ibunya. Ketika itulah ia menangis. Anehnya, bersamaan dengan itu ia merasakan ada sepasang tangan lembut yang mengguncang tubuhnya, seraya membelai-belai rambutnya. Ketika membuka matanya, maka yang pertama kali dilihatnya adalah wajah sang ibu yang bersimbah air mata. Sambil menangis sang ibu kemudian berkata, “Alhamdulillah, kamu sudah sadar lagi, Nduk!”

Semua orang memang tak ada yang bisa memahami sensasi gaib yang dialami oleh Halimah ketika itu, kecuali hanya seorang saja yakni Mbah Khadam Sastroningrat. Beliau adalah kakek Halimah yang dikenal sebagai seorang linuwih dan gemar melakukan tirakat.

Memang, ketika Halimah terbaring sakit, sang kakek justru pergi melakukan tirakat. Rupanya, Mbah Khadam Sastroningrat tengah menyiapkan sang cucu untuk mewarisi ilmu-ilmu leluhurnya, khususnya dalam bidang pengobatan

Ringkas cerita, tak seorang pun tahu penyakit apa yang bersarang dalam tubuh Halimah ketika itu. Hampir tiga bulan lamanya gadis kecil usia 8 tahun itu terbaring sakit. Sampai suatu hari, orang-orang menganggapnya telah mati. Untunglah ketika orang-orang bermaksud memandikan jasadnya yang telah beku, maka ketika itulah Mbah Khadam Sastroningrat datang dan mencegahnya.

Kedatangan Mbah Khadam yang sangat tepat inilah yang telah mengubah jalan hidup Halimah. Andai sang kakek tidak datang, mungkin Halimah sungguh-sungguh dianggap telah mati, dan kini takkan lagi ada seorang perempuan dewasa bernama Nur Halimah. Mengapa? Sebab ketika orang-orang menganggap dirinya telah mati, sesungguhnya di alam gaib Halimah kecil tengah bercengkrama dengan Emban Canthikawerti. Kala itu sang dewi tengah memberi pelajaran tentang ilmu-ilmu pengobatan….

Begitulah sepanggal kisah nyata mistis yang dialami oleh Nur Halimah, atau yang kini lebih akrab disapa Bunda Halimah. Sulit dipercaya, tapi ia sungguh merasakan dan mengalaminya.

Berkat kepakarannya dalam pengobatan herbal, nama Bunda Halimah saat ini sangat terkenal bahkan dijuluki insane media sebagai Pakar Herbal Indonesia. Nama-nama beken artis ibu kota tercatat sebagai pasien langganannya. Belum lagi isteri-isteri pejabat dan pengusaha. Kendati begitu, Bunda Halimah juga akrab dengan masyarakat dari kalangan biasa. Termasuk para buruh migrant Indonesia yang bekerja di luar negeri, seperti Singapura, Hongkong, Taiwan, dan beberapa negara lain di Timur Tengah.

Dengan menanamkan etos kerja sebagai ibadah dan pengabdian, Bunda Halimah selalu melayani pasiennya dengan baik dan penuh komitmen. Karena itulah dia selalu memberikan bukti, bukan janji semata.

Memberikan Bukti Bukan Janji

Ada tiga hal yang tidak bisa dilepaskan dari pengobatan herbal ala Bunda Halimah, yakni bukti medis, kualitas herbal, dan kekuatan do’a. Mengapa demikian?

Pengobatan Alternatif Herbal Bunda Halimah, baik di pusat maupun di cabang, selalu melandaskan pengobatannya pada bukti-bukti medis. Ketika pertama kali seorang pasien datang ke Pengobatan Alternatif Bunda Halimah untuk berobat pasti akan diminta untuk membawa rekam hasil pengobatan medis yang pernah dijalani. Sedangkan bagi pasien yang belum pernah melakukan pengobatan medis juga biasanya akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lab terlebih dulu, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Begitu pun setelah menjalani terapi dan pengobatan, Bunda Halimah pasti juga akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ke laboratorium atau pemeriksaan oleh dokter ahli.

Ini dilakukan sama sekali bukan karena Bunda Halimah tidak mampu mendeteksi atau mendiagnosa penyakit yang diderita pasien. Sebagai seorang ahli pengobatan, Jeng Ana pasti bisa melakukannya.

Kalaupun pemeriksaan medis itu disyaratkan atau disarankan semata-mata untuk memastikan, sekaligus meyakinkan pihak pasien tentang penyakit yang dideritanya. Dengan begitu, pasien pun semakin yakin bahwa ramuan herbal yang diberikan Bunda Halimah juga tepat, sesuai dengan jenis penyakitnya.

Demikian pula dengan pemeriksaan lab setelah menjalani pengobatan bertujuan untuk mengetahui secara pasti, apakah benar penyakit sang pasien telah sembuh setelah menjalani pengobatan di Pengobatan Alternatif Herbal Bunda Halimah.

Hal kedua yang melekat pada Pengobatan Alternatif Herbal Bunda Halimah adalah kualitas ramuannya. Bunda Halimah sangat selektif dalam memilih bahan-bahan ramuannya. Hanya kualitas tanaman herbal terbaik yang dipergunakannya. Jadi, jangan heran bila limbah herbal sisa pilihan Bunda Halimah biasanya masih dimanfaatkan orang lain.

Bagi Bunda Halimah, kondisi bahan ramuan herbal sangat menentukan kualitas obat yang dihasilkan. Dan pada gilirannya tentu saja juga menentukan khasiat ramuan itu ketika dikonsumsi oleh pasien.

Sedangkan hal ketiga yang menjadi ciri khas pengobatan herbal ala Bunda Halimah adalah kekuatan do’a. Dalam setiap mengobati pasiennya Bunda Halimah sudah pasti akan menyertainya dengan doa. Sang pasien juga diberi air do’a untuk diminumnya.

Mengapa? Bunda Halimah sejak usia muda dikenal sebagai ahli tirakat. Ia sangat sadar bahwa dirinya hanyalah sebagai alat dan perpanjangan tangan dari Tuhan. Tanpa ridlo Tuhan, tidak mungkin pengobatan yang dilakukannya bisa menyembuhkan pasien. “Saya hanya sarana. Yang menyembuhkan adalah Allah,” ujar Bunda Halimah seraya tersenyum.

Karena itu, dalam wejangannya kepada pasien, Bunda Halimah biasanya selalu menyelipkan nasihat agar sang pasien selalu bersabar dan tidak bosan-bosannya memanjatkan do’a, memohon kepada Sang Maha Pencipta agar diberi kesembuhan penyakitnya.

Selain ketiga hal tersebut, hal lain yang selalu ditekankan Jeng Ana kepada para pasien adalah mengenai gaya hidup dan pola makan. Pasalnya dua hal ini juga sangat menentukan penyakit yang diderita seseorang.

Alamat pengobatan Halimah Herbal

Pusat Semarang :

Jl. Pedurungan Tengah V A No.15 Semarang
Tlp : 024-76745565
085-727-749-757
081-901-123-451

Cabang Jakarta :

Ruko Jl. Raden Inten No.61A, Duren Sawit Telp : 021-86610429

Cabang Surabaya :

Ruko Ciliwung 74C Wonokromo Telp : 031-5685255

Segera Dibuka

Cabang - cabang baru di kota - kota besar lainnya.

Butuh Bantuan Kami?
Hubungi Kami:

Kami ingin melihat bagaimana kami dapat membantu Anda memecahkan masalah kesehatan Anda dengan metode herbal alami